Archive for the ‘Berita’ Category

Persiapan Interview kerja

Persiapan sebelum Interview:

Setelah Surat Lamaran loe diterima dan berhasil menggugah hati company yang bersangkutan, bersiaplah untuk memasuki tahap yang paling menyenangkan:

Interview / Wawancara kerja

Beberapa tips:


1. Jika jam terbang interview loe kurang banyak, berlatihlah dengan pertanyaan² yg sering ditanyakan saat interview (bisa diliat di postingan paling atas)

2. Alangkah baiknya sebelum melakukan interview, loe membekali diri dengan pengetahuan tentang perusahaan tersebut. Misalnya bergerak di industri apa, sejarahnya, dll (ga usah ampe detail, garis besarnya aja)

3. Pastikan penampilan loe dalam kondisi prima dan ngga sakit²an. Gunakan pakaian yang formil, sopan, bersih, dan rapi. Berpakaianlah seperti orang sukses. Hindari bahan² jeans, wool, atau bahan2 trendy lainnya yg ngasih kesan non-formil.

4. Pastikan tidak ada bau-bau yang mengganggu seperti bau mulut, bau badan, bau rokok, dan bau bau lainnya

5. Pastikan rambut loe ngga gondrong (untuk pria), ngga berwarna norak (ijo, merah darah, pink, biru, silver, dll), dan cabut segala piercing loe (anting berjejer 3 dikuping, atau diidung, terlebih lagi di lidah)

6. Untuk wanita, hindari memakai aksesoris/perhiasan berlebihan. Cukup cincin kimpoi(untuk yang sudah menikah), atau jam tangan (terlihat lebih profesional). Pake scarf juga boleh asal yg formil, ga usah yang bulu2.

7. Gunakan pakaian dan sepatu yang bikin loe nyaman. Hindari menggunakan sendal, sepatu kets, atau sepatu boots. Untuk wanita yang ingin menggunakan highheels pastikan tidak lebih dari 5cm, dan gunakan sepatu dengan warna netral gelap seperti hitam,coklat, biru donker, krem (hindari putih, apalagi warna2 terang + bunga2).

8. Jangan sampai loe interview dengan perut kosong, atau minum terlalu banyak sebelom interview. Ngga mau kan kalo ada sound effect “kriuk2″ dr perut pas ingin jawab pertanyaan, atau terpaksa ngerapetin kaki karena pengen pipis..

9. Percaya diri dan jawablah setiap pertanyaan dengan santai, jujur, dan yakin.

10. Jangan maenin kursi yang loe dudukin. Apalagi kursi yang bisa muter2.. jangan sampe saking gugupnya.. loe goyangin ke kiri dan ke kanan. Gw pernah nemu org yg lgs gugur wawancara cuma gara2 ginian

11. Matiin Handphone loe saat interview! Loe bakal dinilai kurang sopan dan kurang menghargai kalo HP loe ampe bunyi pas interview.

12. Dan berikut ini adalah hal² yang harus dihindari saat interview:

? Datang terlambat: Tett Tott.. udah pasti minus point
? Klihatan kesal karena menunggu lama
? Berpenampilan berlebihan
? Membawa tas belanja atau sejenisnya ke dalam ruang wawancara (better titipin di resepsionis, atau ngga usah bawa sema sekali)
? Mengajak teman atau keluarga saat wawancara (klo lo dianter, minta temen/keluarga loe nunggu di luar kantor)
? Duduk sebelum di persilahkan
? Masuk ke dalam ruangan wawancara tanpa mengetuk/mengucapkan permisi
? Meletakkan tas di atas meja wawancara (Taro aja dipangkuan)
? Membungkuk, menundukan kepala, tidak menatap si pewawancara
? Bertopang dagu di meja. Meskipun si interview tampangnya luarbiasa kece.. ga perlu ampe segitunya kali yah..
? Melipat tangan dimuka dada (mau sok cool mas?)
? Merokok atau mengulum permen saat wawancara/ngemil
? Membuka / memulai percakapan wawancara kerja ( SKSD )
? Memotong pembicaraan saat di wawancarai (belom diterima aja udah songong )
? Membual alias boong alias talking bullsh*t
? Mengkritik diri sendiri . Ini sih namanya ga niat “ngejual” diri..
? Mengkritik atau menjelek2an atasan loe yg sekarang atau yg lama
? Memberi informasi yg tidak relevan ( Ijazah palsu, pengalaman kerja palsu)
? Memberikan kesan bahwa loe sangat membutuhkan pekerjaan . Tetaplah bersikap profesional

tips dan trik ketika wawancara kerja

1. Ceritakan tentang diri anda
Ini pertanyaan yang PALING SERING ditanyakan saat interview dan paling sering dijawab dengan salah.
Contoh jawaban yg kurang tepat:
Usia saya 21 tahun, lahir di Jogja, 1 Januari 1987. Anak ke 2 dari 5 bersaudara. Ayah saya pegawai negri, Ibu saya Ibu Rumah Tangga. Hobi saya jalan-jalan, nonton, dan baca komik.dst dst..

Yang tepat, jawablah dengan jawaban seputar your strengths and weaknesses point. Jangan cuma cerita yg bagus2 tentang diri loe karena nanti bisa dikira cuma talkin bullsh*t, ceritakan juga tentang kelemahan anda tapi dengan kemasan yang baik. COntohnya:
Saya orang yang optimis, pekerja keras, kreatif, dan punya inisiatif tinggi. Saya mampu bekerja secara independent maupun bekerja sama dalam tim. Kadangkala saya suka lupa akan hal-hal kecil, tapi untuk menutupi kelemahan saya itu, saya selalu menyiapkan notepad kecil untuk mencatat segala hal agar tidak lupa. (ini kelemahan yg dikemas dengan baik).


2. Kenapa anda berhenti dari pekerjaan anda sebelumnya?
Jawab dengan positif. Jangan jelek²in perusahaan loe sebelumnya, apalagi ngomongin kejelekan bos/supervisor/temen kantor.
Jawab dengan senyuman dan katakan hal-hal positif seperti “mencari kesempatan yg lebih baik untuk berkembang”, “mencari tantangan baru”, dan sejenisnya.

3. Apa pengalaman anda di bidang ini?
Kalo loe fresh graduate dan ngga punya pengalaman sama sekali, jawab aja dengan jujur. Tapi tambahkan statement bahwa loe adlh orang yang senang mempelajari hal-hal/tantangan baru dan seorang fast learner. Kalo loe ngga punya pengalaman di bidang itu (tp punya pengalaman di bidang lain), jawab aja senyambung mungkin.
Contoh: Loe ngelamar di bidang Marketing sementara pengalaman anda di Public Relation. Jawab aja kalau loe punya basic excellent communication skill sewaktu bekerja sebagai PR yang pastinya merupakan modal untuk berinteraksi/communicate with customers.

4. APa yang anda ketahui tentang perusahaan ini?
Pertanyaan ini juga lumayan sering ditanyakan. That’s why sangat penting untuk melakukan background checking pada perusahaan yang loe lamar. Bergerak dibidang apakah perusahaan itu? Bagaimana pencapaiannya? Range Marketnya?, dll. Informasi tsb bisa didapatkan via internet, company website/profile, atau lebih bagus lagi dari “orang dalam” yg bekerja di perusahaan tsb.

5. Apakah anda sedang melamar di perusahaan lain selain disini?
Jawab dengan jujur, tp jangan bahas kelamaan. Tetap fokus pada interview loe yg skrg ini.

6. Kenapa anda ingin bekerja di perusahaan ini?
Jawaban atas pertanyaan ini harus dipikirkan dulu dan juga harus didasari oleh “background checking” yg sudah loe lakukan ttg perusahaan tsb. Ketulusan menjawab bakal keliatan banget di pertanyaan ini. So, jawablah dengan jawaban yg berhubungan dengan tujuan karir anda jangka panjang.

7. Apakah anda ada kenalan di perusahaan ini?
Hati-hati ngejawab yg satu ini. Pada beberapa perusahaan tertentu ada kebijakan-kebijakan mengenai hal ini. So, kalo memang lowongan tersebut loe ketahui dari teman/keluarga, tanyakan dulu kepada mereka mengenai kebijakan di perusahaannya.

8. Berapa gaji yang anda inginkan?
Hohohoho.. this is the ultimate question of all! Intinya disini: jangan gila! Jangan langsung jawab: “5juta pak, 10 juta pak!”
Dan juga jangan malah malu-malu.. dan malah ngejawab “terserah bapak aja”.. Too Funny

Yang bener, sebelom ngejawab tarik napas dulu sebentar (seolah-olah pura² mikir).. lalu nanya balik:
“Maaf Pak, kalau boleh saya tahu, berapa range salary yang diberikan perusahaan ini untuk posisi ini?”
“Kalo untuk posisi ini biasanya sekitar 2 sampai 2,5 juta”
“Oh begitu. Begini Pak, kalau dari pihak saya, tentunya saya mengharapkan adanya peningkatan pendapatan dari pekerjaan saya yang sebelumnya.”
“Memang sebelumnya salary anda berapa?”
“(nah disinilah anda pasang ekspektasi gaji anda. Misalnya gaji anda sebelomnya 2jt, pastinya ngarepin lebih dong.. so mark-up sedikit jadi 2,5-3jt.. lebih boleh asal jangan gila)
Kalo casenya si interviewer ngga ngasih tau range gajinya.. yah terpaksa loe harus kasih range gaji yg loe pengen. Untuk penetapan range ini, pertimbangkan segi biaya transportasi, uang makan, tunjangan kesehatan, gaji sebelumnya, job description nantinya, plus referensi dr temen²/kenalan loe yang bekerja di bidang yg sama.

9. APakah anda bisa bekerja dalam tim?
Selalu jawab IYA. This will add your plus points. Jangan lupa siapin examples kalo ditanya buktinya apa.

10. Jika anda diterima bekerja disini, berapa lama anda berencana untuk bekerja?
Jangan pernah jawab spesifik: “Paling lama 2 taon aja Pak, soalnya blablablabl”. something like this should work: “Saya ingin bekerja untuk waktu yang lama. Atau selama kedua belah pihak merasa bahwa saya melakukan pekerjaan saya dengan baik”

11. Jelaskan mengapa perusahaan kami harus mempekerjakan anda?
Jawab dengan semangat, percaya diri, dan antusias. Ini kesempatan bagus untuk “ngejual” diri anda. Katakan hal2 positif ttg diri loe yang dibutuhkan perusahaan/bisa menunjang kemajuan perusahaan.
Berikan beberapa alasan termasuk skill, pengalaman, dan interest loe

12. Apa saja kekuatan diri anda? (Your greatest strength)
Kuncinya tetap berpikiran positif. Contoh2 yang bisa dipakai: kemampuan loe untuk me-manage skala prioritas, kemampuan loe untuk fokus pada pekerjaan, kemampuan loe untuk bekerja di bawah tekanan, kemampuan loe dalam pemecahan masalah, kemampuan loe dalam memimpin team, dll.

13. Apakah anda bersedia untuk bekerja lembur/bermalam/di akhir minggu?
Jawab sejujur-jujurnya

14. Apakah anda ada pertanyaan?
Selalu siapkan satu dua pertanyaan untuk menimbulkan kesan positif. Misalnya seperti seputar job description, ruang lingkup kerja, market perusahaan, dll.

Berikut ini pertanyaan yang kadangkala keluar saat Interview:

1. Menurut anda, apakah anda termasuk orang sukses?
Pertanyaan ini WAJIB dijawab IYA disertai dengan penjelasan singkat.
Misalnya: “Saya punya target dan tujuan² dalam hidup, dan saat ini saya sudah berada di dalam jalur pencapaian tujuan² tersebut. I’m on the right track!”

2. Apa penilaian rekan kerja anda tentang anda?
Nah kalo yang ini jangan ngarang.. karena kalo yg interview loe seorang psikolog, bakal ketauan banget ngibulnya. That’s why sebaiknya loe pernah nanya sama rekan kerja mengenai hal ini.
Ambil yang positif aja. COntohnya: “Teman saya di perusahaan saya yang sebelumnya selalu berkata bahwa saya adalah seseorang yang idealis dan perfeksionis dalam bekerja.”

3. Hal-hal apa yang anda lakukan selama setahun terakhir ini untuk meningkatkan kemampuan diri anda?
Sebaiknya sih jangan ngarang karena nanti akan dituntut buktinya. Pertanyaan ini bisa dijawab seperti ini: “Saya mengikuti seminar A, training B, banyak membaca buku pengembangan diri, ikut kegiatan sosial, ikut organisasi, dll”

4. Apakah anda pernah di PHK?
Jika tidak bilang tidak. Jika iya, jujur aja.. dan jawab dengan singkat tanpa ngejelek-jelekin perusahaan/mantan bos yg mem-PHK anda, dan juga jangan “menjatuhkan” citra diri loe secara terang2an.

5. Ceritakan mengenai pekerjaan impian anda
Jangan jawab jenis pekerjaan secara spesifik. Lebih baik tetap bersikap “umum” dengan jawaban seperti: Pekerjaan yang saya cintai, atmosfir lingkungan kerja yang mendukung, pekerjaan dimana saya bisa menyalurkan kreatifitas dan inovasi saya, dst.”

6. Mana yang lebih penting: uang atau pekerjaan?
Tidak ada jawaban yang lebih baik dari: “Uang selalu penting; tapi pekerjaan adalah yang terpenting”
Yah meskipun rada-rada muna,.. but hey.. that’s how things work..

Tips Trik dan Cerdik Mengelola keuangan

cerdasuang

Uang bukan segala-segalanya, tetapi segalanya tidak berjalan lancar tanpa adanya uang. Darimanapun sumber uang entah dari bekerja ataupun berwirausaha tetap butuh pengelolaan dengan baik agar tidak kebobolan oleh nafsu belanja, iming-iming kemudahan berhutang di depan mata maupun inflasi. Demikianlah prolog dari buku “Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang” buah pena Sri Khurniatun, RFA.

Ini merupakan buku yang mengulik tentang keuangan secara komprehensif. Jarang ditemukan buku yang mengupas buku keuangan pribadi maupun keuangan bisnis dalam satu topik. Buku ini beda dan lebih beragam karena memuat dua bagian yaitu bagaimana mengelola keuangan pribadi dan bagaimana mengelola keuangan bisnis. Walhasil, buku ini menjadi lebih “fisien” karena menyajikan dua bahasan cukup dalam satu buku.

Bagian pertama buku, terdiri dari lima bab, mengupas tentang perencanaan keuangan pribadi, mulai dari pentingnya perencanaan keuangan bagi pribadi dan keluarga hingga kurangnya kesadaran warga Indonesia dalam menyusun rencana keuangan, tidak punya tujuan keuangan yang jelas, keterbatasan waktu, dan tidak menguasai ilmu mengelola keuangan dengan baik.

Pada bab berikutnya penulis membahas tips mengelola keuangan rumah tangga, sejak dari menentukan tujuan keuangan, menyusun anggaran keluarga, menentukan sistem pengelolaan penghasilan, pentingnya dana darurat dan asuransi, hingga tips membangun komunikasi keuangan dengan pasangan. Pada bab selanjutnya, penulis menyampaikan bahasan khusus tentang mengelola keuangan bagi kaum lajang, mengatasi hutang pribadi. Bagian ini ditutup dengan bahasan mengenai kiat memilih investasi. Ragam contoh produk investasi juga dibahas tuntas dalam bab terakhir dari bagian pertama ini.

Bagian kedua buku lebih fokus pada tips mengelola keuangan bagi pelaku usaha kecil yang biasanya belum memilili catatan keuangan yang rapi, contohnya uang bisnis dan uang pribadi masih tercampur, dan belum punya sistem pembukuan yang standard. Bahasan diawali dari merancang modal usaha, memilih sumber modal, mengenal jenis-jenis suku bunga kredit dan bagaimana memulai usaha dengan modal sendiri. Pada bab berikutnya dibahas pula teknis membuat pembukuan, laporan keuangan dan menghitung titip impas/break even point (BEP). Bab ini menyertakan contoh-contoh praktikal dalam bentuk tabel pembukuan maupun perhitungan yang sederhana sehingga dapat dikuti dengan mudah. Uniknya, di buku ini ada pula ditulis tips berbisnis dengan cara bagi hasil.

“Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang” cukup pantas sebagai bacaan wajib bagi rumah tangga, khususnya rumah tangga pelaku usaha kecil yang masih awam dalam mengelola keuangan namun memerlukan petunjuk yang simpel dan mudah dimengerti.

Satu lagi kelebihan buku karya Sri Khurniatun RFA ini adalah, selain praktis dan simpel, juga menyertakan contoh kasus nyata dalam bentuk tanya jawab sehingga menjadikannya menjadi lebih mudah dicerna.

Barangkali tidak berlebihan apabila Ahmad Gozali, Perencana Keuangan Safir Senduk dan Rekan dalam pujian di buku ini menyebutkan, “Mau ngatur pengeluaran rumah tangga, menambah penghasilan sampingan, ngurusin hutang pribadi ataupun usaha, atau menambah modal usaha? Buku ini semua punya solusinya”

Ringkasnya, “Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang” cocok dijadikan panduan bagi mereka yang menginginkan kehidupan keuangan pribadi maupun bisnis yang lebih terencana, teratur dan bijak!

  • Judul Buku: Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang
  • Pengarang: Sri Khurniatun, RFA
  • Penerbit: TransMedia Pustaka
  • Jumlah halaman: 156
  • Penulis Resensi: Sri k

FROM HERE

Krisis ekonomi global dan Indonesia

Krisis keuangan yang pertama kali muncul di Amerika Serikat pada bulan Agustus 2007 telah berubah menjadi ekonomi global dan krisis pekerjaan. Proyeksi terbaru dari badan-badan multilateral menunjukkan bahwa ekonomi dunia akan kontrak pada tahun 2009 untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia Kedua.

Menurut Bank Dunia, penyebaran krisis ekonomi global diatur ke perangkap hingga 53 juta lebih banyak orang dalam kemiskinan di negara-negara berkembang tahun ini di atas 130-155 million didorong ke dalam kemiskinan di tahun 2008 disebabkan kenaikan harga pangan dan bahan bakar.  Ini akan membawa total dari mereka yang hidup dengan kurang dari US $ 2 per hari untuk lebih dari 1,5 miliar.

Bank Dunia juga memperkirakan bahwa negara-negara berkembang menghadapi pembiayaan dari $ 270 – $ 700 miliar, tergantung pada tingkat keparahan ekonomi dan krisis keuangan dan kekuatan dan waktu tanggapan kebijakan.

Negara-negara berkembang cenderung menghadapi menyebar lebih tinggi, dan lebih rendah daripada arus modal selama 7-8 tahun, yang mengarah ke investasi yang lebih lemah dan lebih lambat pertumbuhan di masa depan. Apa kemungkinan dampak yang paling parah resesi global sejak Perang Dunia Kedua pada perekonomian Indonesia?

Bagaimana pemerintah Indonesia menanggapi dengan cepat memburuk lingkungan ekonomi internasional?

Pada awal 2008, ada banyak optimisme bahwa perekonomian Indonesia, tidak seperti krisis keuangan tahun 1997, sebagian besar akan lolos efek dari kemerosotan ekonomi global menjulang.

Pada 2007, pertumbuhan telah mencapai 6,3 persen, tertinggi dalam periode pasca-krisis. Perekonomian siap untuk memposting tingkat pertumbuhan serupa pada 2008.  Pasar saham berkembang pesat dan mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah pada Januari 2008.  Memang, dalam Januari 2008 kertas yang menilai jangka menengah prospek ekonomi Indonesia, Bank Indonesia diamati:

Ramalan keseluruhan adalah untuk perbaikan lebih lanjut dalam perekonomian Indonesia dalam lima tahun mendatang dengan pertumbuhan di kisaran 7,4-8,0 persen. Proyeksi ini mengasumsikan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia dan volume perdagangan dunia tetap kuat bertahan bersama harga tinggi untuk minyak dan gas alam dan komoditas non-minyak, relatif stabil di dunia dan kebijakan moneter Indonesia, kondisi fiskal yang kuat di Indonesia dan meningkatnya arus masuk FDI di Indonesia .

Sumber utama pertumbuhan ini akan signifikan arus masuk FDI dirangsang oleh perbaikan iklim investasi dengan FDI mencapai 1,5 persen dari PDB pada tahun 2012, membawa investasi saham menjadi sekitar 30 persen dari PDB tahun itu. ”

Sepanjang 2008, otoritas moneter tampaknya mengandung prihatin dengan tekanan inflasi yang berasal dari makanan dan energi dual guncangan. Bunga resmi meningkat dari 8,0 persen pada Januari 2.008-9,5 persen pada November 2008.

Sejak saat itu, suasana hati para pembuat kebijakan telah bergeser. Dalam laporan kebijakan moneter di kuartal akhir 2008, Bank Indonesia mencatat bahwa * Dalam Q4/2008, kinerja ekonomi Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda dampak dari kemerosotan ekonomi global.

Pasar saham jatuh membalikkan semua keuntungan yang terjadi antara 2005 dan 2008. Kurs terdepresiasi secara signifikan. Official proyeksi pertumbuhan yang akan menjadi sekitar 4 sampai 5 persen pada tahun 2009, tetapi sektor swasta * ramalan menyarankan kasus terburuk ‘skenario pertumbuhan sebesar 2,5 persen pada tahun 2009.

Baru-baru ini catatan kebijakan Bank Dunia mengklasifikasikan Indonesia sebagai * eksposur tinggi ‘negara yang menghadapi krisis yang signifikan akibat perlambatan pertumbuhan dan peningkatan yang signifikan dalam kemiskinan.

Pemerintah Indonesia telah merespon dengan cepat berkembang krisis ekonomi global dengan kombinasi keuangan, moneter dan kebijakan fiskal. Skema jaminan deposit untuk sistem perbankan telah meningkat secara substansial untuk mendorong terus pinjaman kepada ekonomi riil.  Kebijakan moneter telah mereda. Suku bunga (per 4 Maret 2009) berdiri di 7,75 persen, tingkat terendah sejak Juli 2005.

Gubernur Bank Indonesia, selama pidato yang diberikan pada 2009 Banker’s Dinner, mencatat bahwa tingkat bunga resmi kemungkinan akan di 5 hingga 7 persen jangkauan. Sebuah paket stimulus fiskal sudah ditetapkan (efektif mulai tanggal 1 Maret 2009) sebesar 1,4 persen dari PDB.

Diragukan apakah tanggapan tersebut akan menjadi efektif dalam menangani kasus terburuk * ‘konsekuensi dari resesi global terhadap Indonesia. Ross McLeod, seorang spesialis terkenal Indonesia, mencatat bahwa meskipun skema jaminan deposit telah * meningkat dengan faktor 20. masih meliputi hanya sekitar 50 persen dari total nilai aset.
Jika kondisi memburuk, ada kemungkinan setiap berjalan di bank oleh deposan besar ‘. Sementara penurunan tingkat bunga resmi dipersilahkan, orang bertanya-tanya apakah tingkat diadakan terlalu tinggi terlalu lama.

Mengingat bahwa kebijakan moneter akan beroperasi sesuai dengan panjang dan variabel lag, sulit untuk menilai sejauh mana saat ini pelonggaran kebijakan moneter dapat mengimbangi efek dari fase pengetatan yang berkelanjutan antara Januari dan November 2008.

Paket stimulus fiskal patut dicermati lebih lanjut. Jika skenario terburuk pertumbuhan jatuh jauh di bawah angka yang diproyeksikan 4 persen terlaksana, maka besarnya respon kebijakan fiskal mungkin tidak cukup.

Satu juga dapat menyatakan keberatan mengenai komposisi paket kebijakan fiskal. Sekitar 77 persen dari Rp73.3 triliun adalah dalam bentuk pemotongan pajak. Mereka terdiri dari pengurangan pajak baik langsung dan pajak penghasilan.

Keseimbangan adalah infrastruktur diarahkan untuk pengeluaran (Rp12.2 triliun) dan subsidi langsung (Rp4.8 triliun). Dengan demikian, jumlah yang sederhana telah dialokasikan untuk menciptakan pekerjaan meningkatkan pengeluaran publik dan hampir tidak ada sumber daya yang tampaknya telah diarahkan skala atas sistem perlindungan sosial.

Namun, hal itu secara luas diakui bahwa pemotongan pajak tidak seefektif menciptakan pekerjaan-pengeluaran publik atau ditingkatkan sistem perlindungan sosial dalam berurusan dengan konsekuensi sistemik kemerosotan ekonomi global. Pemerintah Indonesia tampaknya telah merancang paket stimulus fiskal dengan berfokus pada dampaknya terhadap tingkat pengangguran. A * simulasi ‘Latihan ini dilakukan oleh Kementerian Koordinator untuk mengetahui bagaimana tingkat pengangguran akan berperilaku dengan kebijakan fiskal ekspansif dan tanpa itu.

Latihan yang dilakukan menunjukkan bahwa ekspansi fiskal sepanjang garis yang dijelaskan di sini akan berisi kenaikan tingkat pengangguran ke ambang batas yang ditentukan (8,3 persen pada tahun 2009).

Mengingat sifat dan struktur pasar kerja Indonesia, tingkat pengangguran agregat bukan merupakan indikator kuat kesejahteraan para tenaga kerja Indonesia.  Banyak perhatian lebih seharusnya diberikan kepada indikator kemiskinan-sensitif dalam merancang paket stimulus fiskal.  Singkatnya, selama banyak tahun 2008, pemerintah Indonesia tidak tampak terganggu oleh berlangsung cepat krisis ekonomi global dan implikasinya terhadap perekonomian nasional.

Ada tumbuh realisasi dalam kuartal akhir tahun 2008 bahwa Indonesia tidak akan kebal terhadap penurunan ekonomi global.  Masih harus melihat bagaimana respon kebijakan nasional yang efektif akan dalam menghadapi tantangan yang semakin mempertahankan pertumbuhan di lingkungan internasional suram hari ini.

Kita juga harus menghargai fakta bahwa resesi global keparahan dan besar yang dihadapi dunia saat ini memerlukan tindakan terkoordinasi secara global. Indonesia, sebagai anggota G20, memiliki kesempatan untuk memainkan peran pro-aktif dalam mendorong tindakan kolektif seperti itu.

Dalam negeri, Indonesia harus menempatkan diri di antara negara-negara berkembang lainnya sehingga dapat menjadi orang yang pertama yang manfaat dari pemulihan global.

kerja keras adalah

blog_ekonomi

Kerja adalah bagian penting dari masyarakat yang baik – seperti juga pekerja.

Saya ingin membuat kasus untuk bekerja baik sebagai bagian penting dari masyarakat yang baik, dan untuk peran yang dimainkan gerakan serikat buruh dalam mengamankan dan mempertahankan pekerjaan yang baik.

Ketenagakerjaan merupakan pusat kehidupan masyarakat dalam masyarakat modern. Ini bentuk individu kualitas hidup, martabat mereka dan, pada akhirnya, stabilitas politik. Resesi telah membawa ini menjadi fokus yang tajam, melayani sebagai pengingat bahwa pekerjaan tidak hanya merupakan transaksi ekonomi. Hubungan kerja juga mempengaruhi kesehatan, kesejahteraan dan prospek masa depan.

Namun dunia kerja telah berubah secara signifikan selama dua puluh tahun terakhir, dengan perkembangan teknologi yang cepat dan dampak globalisasi. Di Inggris ada perubahan besar dalam ekonomi, hukum, politik dan sosial pemandangan sebagai industri tradisional telah menurun, sektor baru telah tumbuh dan perubahan demografi kita telah terjadi.

Makro-perkembangan ini telah mengubah organisasi kerja – membentuk kembali usaha, mengubah pola kerja dan bentuk-bentuk baru yang membutuhkan tanggung jawab karyawan. Komposisi tenaga kerja juga telah berubah secara signifikan, dengan peningkatan jumlah perempuan di tempat kerja, dan perubahan dalam profil usia dan etnis mempunyai dampak pada harapan dan nilai-nilai karyawan.

Jadi, apa yang kita maksud dengan pekerjaan yang baik? Di Inggris, The Work Foundation telah mengambil peran utama dalam mendorong pengusaha untuk merangkul bekerja dalam konteks keberlanjutan dan wajah manusia: menyeimbangkan efisiensi dengan kebutuhan pekerja ‘keadilan’ dan ‘suara’. Ini mempromosikan hak pekerja untuk perlakuan adil (equity), dan kesempatan untuk memiliki masukan yang berarti pengambilan keputusan (suara).

Hal ini konsisten dengan penelitian TUC menunjukkan bahwa para pekerja ingin membayar adil, aman pekerjaan, perlindungan terhadap perlakuan yang tidak adil, dan mengatakan atas bagaimana pekerjaan akan dikerjakan. Lebih jauh lagi, ini bukan hanya aspirasi individu tetapi dilihat sebagai prioritas untuk serikat mereka juga.

Memberi semangat, ada bukti yang menunjukkan bahwa serikat pekerja berhasil memenuhi agenda.1 Walaupun ini kejadian keluhan di tempat kerja unionised lebih tinggi di tempat kerja daripada mereka yang tidak memiliki serikat pekerja, tingkat pengunduran diri sukarela dan Ketenagakerjaan Majelis klaim adalah dua kali lipat di tempat kerja non-serikat – dengan implikasi biaya yang signifikan bagi majikan.

Tapi paling tidak ada tiga tantangan penting dalam menyebarkan praktik kerja yang baik sehingga semua karyawan dapat pengalaman mereka.

Pertama – dan terutama mendesak dalam situasi ekonomi saat ini – langkah-langkah yang diperlukan untuk menjamin bahwa para pekerja yang dibuat berlebihan, serta mereka yang memasuki pasar kerja untuk pertama kalinya, bisa mengakses pekerjaan nyata yang layak dengan kualitas dan kesempatan untuk pelatihan dan pengembangan keterampilan.

Kedua, baik kebijakan publik dan tindakan majikan harus berani mengakui nilai kolektif dan peran perwakilan serikat pekerja sebagai stakeholder yang terpercaya dalam pengambilan keputusan. Ada beberapa contoh yang baik terkenal di Inggris, termasuk kesepakatan kemitraan sosial dalam profesi guru, dan yang baru saja didirikan Transisi Forum, yang bertujuan untuk menangani ekonomi, pekerjaan dan implikasi sosial pindah ke sebuah ekonomi karbon rendah. Namun terlalu sering majikan hanya tidak berkonsultasi dengan cara yang berarti pada perubahan organisasi. Beberapa negara Eropa, terutama di wilayah Nordic, lakukan jauh lebih baik daripada Inggris dalam hal ini, dan bisnis mereka manfaat dari itu.

Ketiga, serikat pekerja perlu berbuat lebih banyak secara kolektif untuk mempromosikan serikat buruh – melalui lebih kuat dan lebih banyak pesan positif tentang kontribusi dan prestasi kita, baik di tempat kerja dan dalam masyarakat sipil; menjangkau lebih efektif kepada orang-orang yang masuk atau mempersiapkan dunia kerja, dan sehingga lebih mudah bagi semua pekerja untuk bergabung dengan serikat buruh – mungkin melalui TUC-pintu gerbang menuju keanggotaan serikat untuk memfasilitasi perekrutan non-anggota dan mendukung transfer keanggotaan ketika orang mengubah pekerjaan mereka.